Kamis, 27 Oktober 2011

apa itu PMR ? :/

Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang[1]. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.


Sejarah

Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Austria sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Austria kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.


Pendidikan dan pelatihan PMR

Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.
PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
  1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
  2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
  3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
  4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
  5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Rabu, 26 Oktober 2011

NILAI KEHIDUPAN :)

Adikku,
Di saat kita hanya berfikir untuk hidup bagi diri sendiri
Terasalah oleh kita bahawa kehidupan ini begitu sempit dan pendek
Hanya bermula dengan kelahiran kita, dan berakhir dengan kematian
Berangkat dari pertama kali kita digelarkan di atas bumi, dan kemudian kembali ke bumi lagi.
.
Tetapi adikku,
Jika hidup kita untuk aqidah dan untuk orang lain
Maka terasalah hidup ini begitu luas dan panjang
Ia lahir bersama kemanusiaan, dan tidak akan mati
Walau setelah ruh terlepas dari jasad ini, walau berpisah dengan bumi.
.
Kita akan merasa bahagia dan puas!
Hakikat umur kita berlipat ganda jauh melebihi jumlah angkanya
Walaupun pada hitungan tahun, usia kita kecil sahaja
Itulah kebahagiaan hakiki
Bukan kebahagiaan fantasi.
.
Dalam kehidupan seperti itu
Tergambarlah keuntungan yang kita peroleh sejak awal kelahiran kita
Dari hari ke hari
Dari masa ke masa
Dan seluruh umur kita
Keuntungan itu terasa dalam perasaan kita, pada setiap langkah kita.
.
Terasa betul bahawa hidup ini
Bukan sekadar berapa lama nafas ini keluar masuk dari tubuh kita
Bukan sekadar berapa banyak jumlah angka umur kita
Tapi hidup ini diukur dan dinilai dari kepuasan rohani yang dapat kita rasakan!
.
Inilah kenyataan yang dinamakan Realiti.
Bukan seperti imaginasinya kaum yang materialistik itu
Dan inilah hakikat hidup di atas segala hakikat yang mereka perkatakan.
.
(petikan surat As-Syahid Syed Qutb dari dalam penjara, kepada adiknya, Hamidah Qutb)